Beli Rumah yang Sudah Ada Isinya vs Kosongan: Mana yang Lebih Untung atau Malah Bikin Boncos?
Saat Anda sedang berburu rumah—baik itu melihat-lihat klaster baru dari developer maupun mencari rumah second melalui agen—Anda pasti akan dihadapkan pada dua pilihan ini: membeli rumah kosongan tanpa perabot, atau membeli rumah yang sudah fully furnished alias sudah lengkap dengan sofa, kasur, TV, hingga kitchen set.
Bagi sebagian orang, rumah yang sudah ada isinya terlihat sangat menggiurkan. Bayangkan saja, Anda tinggal membawa koper berisi pakaian, lalu bisa langsung masuk dan tidur nyenyak tanpa perlu pusing memikirkan biaya dekorasi lagi. Namun, tunggu dulu! Jangan terburu-buru tergiur oleh visual yang estetik di dalam foto iklan. Di dunia properti, kenyamanan instan sering kali menyimpan biaya tersembunyi yang bisa membuat dompet Anda jebol jika tidak teliti.
Agar Anda tidak salah langkah, yuk kita bedah secara logis plus-minus membeli rumah isi vs kosongan tahun ini!
1. Rumah yang Sudah Ada Isinya (Fully Furnished)
Rumah jenis ini biasanya dijual oleh pemilik sekunder yang ingin pindah ke luar kota atau luar negeri, atau bisa juga berupa rumah contoh (show unit) milik developer yang sengaja dijual beserta seluruh isinya demi mengosongkan lahan.
Keuntungan:
Praktis dan Siap Huni: Ini adalah keunggulan utamanya. Anda hemat waktu, tenaga, dan pikiran. Anda tidak perlu lagi melakukan survei ke toko-toko furnitur, tidak perlu menunggu berhari-hari untuk pengiriman barang, dan tidak perlu pusing memikirkan konsep desain interior yang serasi.
Biaya Perabot Bisa Masuk Cicilan KPR: Ini adalah rahasia finansial yang jarang disadari orang awam. Jika Anda membeli furnitur secara terpisah setelah membeli rumah, Anda harus membayarnya secara cash atau menggunakan kartu kredit dengan bunga yang cukup tinggi. Namun, jika Anda membeli rumah fully furnished melalui skema KPR, harga perabot tersebut sudah melebur ke dalam total harga rumah. Artinya, Anda bisa "mencicil" sofa, kasur, dan kulkas tersebut selama 15 hingga 20 tahun dengan bunga KPR yang cenderung lebih stabil.
Kerugian yang Jarang Diungkap:
Harga Rumah Kena Markup Tinggi: Penjual atau developer sering kali menghargai furnitur di dalam rumah dengan nilai yang terlampau mahal—jauh di atas harga pasarannya jika Anda membeli sendiri.
Kualitas Furnitur "Misterius": Dari luar semuanya mungkin tampak cantik dan estetik. Namun, Anda tidak pernah tahu apakah lemari kayunya sudah mulai keropos dimakan rayap, atau kasur di kamar utama sebenarnya sudah kempes di bagian tengahnya.
Tidak Sesuai Selera Pribadi: Membeli rumah fully furnished berarti Anda dipaksa untuk hidup dengan selera desain orang lain. Mau dibuang rasanya sayang karena sudah telanjur dibayar, tetapi kalau dipakai terus-menerus rasanya kurang sreg di hati.
2. Rumah Kosongan
Rumah kosongan adalah standar paling umum yang ada di pasar properti Indonesia. Saat membeli, Anda murni hanya mendapatkan bangunan inti, lantai, kamar mandi standar, dan area dapur tanpa dekorasi apa pun.
Keuntungan:
Harga Jauh Lebih Murah: Karena tidak ada embel-embel interior, Anda hanya membayar murni harga tanah dan bangunannya saja. Anda memiliki kontrol penuh atas setiap rupiah yang keluar dari rekening Anda.
Puas Berkreasi Sesuai Selera: Rumah kosongan adalah sebuah "kanvas putih". Anda bebas menentukan apakah rumah ini mau didekorasi dengan gaya Japandi, Industrial, Minimalis Modern, atau Klasik. Setiap sudut rumah akan terasa sangat personal karena Anda sendiri yang memilih barang-barangnya.
Bisa Diisi Secara Bertahap (Ramah Kantong): Anda tidak diwajibkan untuk mengisi seluruh ruangan rumah dalam satu hari. Bulan pertama Anda bisa membeli kasur terlebih dahulu, bulan kedua memasang gorden, dan bulan ketiga baru membeli sofa. Strategi ini jauh lebih aman untuk menjaga arus kas (cashflow) bulanan Anda tetap sehat.
Kerugian:
Butuh Modal Cash Tambahan di Awal: Setelah tabungan Anda terkuras habis untuk membayar DP rumah dan biaya akad KPR yang cukup besar, Anda masih harus menahan diri karena rumah tersebut belum bisa langsung ditempati dengan nyaman sebelum diisi perabot esensial.
Prosesnya Melelahkan: Mengisi rumah dari nol membutuhkan energi ekstra. Anda harus mengukur ruangan dengan teliti agar barang tidak kekecilan atau kebesaran, membandingkan harga antar-toko, hingga meluangkan waktu untuk mengawasi proses pengiriman dan perakitannya.
Kesimpulan:
Keputusan akhir sebenarnya kembali lagi pada situasi finansial, ketersediaan waktu, dan tujuan Anda membeli properti tersebut.
Ambillah Rumah yang Sudah Ada Isinya jika Anda adalah orang sibuk yang tidak punya waktu luang untuk urusan dekorasi, atau jika Anda berencana menjadikan rumah tersebut sebagai aset investasi (seperti dikontrakkan kembali atau dijadikan Airbnb) agar bisa langsung menghasilkan uang (passive income) sejak hari pertama serah terima kunci.
Namun, pilihlah Rumah Kosongan jika Anda ingin menghemat budget pembelian di awal, ingin memastikan bahwa kualitas setiap barang yang masuk ke dalam rumah adalah yang terbaik, serta ingin menikmati proses seru "menyulap" sebuah bangunan kosong menjadi rumah impian yang sesuai dengan karakter Anda.